Jam
tangan
Lihat, tengok ada jam tangan
Usang, pucat, wajahnya sayu
Warnanya telah memudar
Pudar diterpa debu penghianatan
Putih menjadi sangat kotor
Lihat, tengok jam itu
Ia sendiri, bersama hembusan debu
pelepasan
Tetap sendiri meski banyak yang berada disampingnya
Lihat, jam tangan itu
Dulu melingkar ditanganku
Lalu perlahan-lahan kau melepasnya
Mungkin karena lingkaran cinta itu tak
pantas ditubuhku
Lihat, jam pemberianmu
Tak ada yang melindunginya
Kacanya telah pecah
Namun ia tetap berdetak,
Tetap mengikuti jalanya hari esok
Berdetak tanpa pelindung yang menjaganya
Dari ancaman badai debu
Kau tahu?
Jam itu seperti diriku,
Yang masih menggetarkan cinta darimu
dalam kehancuran
Kehilangan
Angiiin hembuskanlah jiwa ini
Tiup jiwa iniii
Agar terbang bersama kerinduan
Kerinduan yang sudah menjadi kalbu
Bulaaan bawalah jiwa ini
Jiwa penuh luka
Pancarkan cahaya rindu kecil itu dalam
kegelapan
Matahariii bawalah jiwa ini
Bersama pancaran sinarmu
Pancaran yang hebat dan tak tertandingi
Seperti cinta ini
Ilalang, jadikan aku sepertimu
Yang tetap tumbuh dalam badai
Aku menyukaimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar