Memang sungguh rindu ini tak pantas ku ucap kepadamu kasih, kasih yang tak sampai. Tapi semua itu telah terjadi pada diriku. Aku tahu bahkan sangat tahu bahwa aku sudah tidak ada di matamu. Mata yang tertutup bayangan wanita lain. Tak bisa apa-apa selain menikmati rindu ini sendiri. Ingin kudamaikan hatiku, berbicara padanya bahwa kau tak baik untukku kasih. Kau tak baik namun kau hebat, menipu rasa yang aku percaya bahwa rasa itu sungguhan. Yang terindah namun tak baik. Aku inginitulah sebutan untukmu. Untukmu yang tak lagi milikku. Aku ingin kau kembali dengan membawa secuil hatimu yang tak pantas kumiliki itu. Menikmati hangatnya mentari yang masih terbit itu bersama disinggahsana cinta yang telah kupersiapkan untukmu.
Rinduku
Hai sang pemilik hati
Bisakah kau mengerti?
Tubuh ini mencari
Mencari dekapan cinta itu
Hai sang pemilik hati
apakah kau mengerti?
Tangan ini mencari
mencari genggaman cinta itu
Hai sang pemilik hati
Bisakah kau mengerti?
Hati ini meronta-ronta
Menyebut namamu yang tak pantas ku ucap
Hai sang pemilik hati
Apakah kau mengerti?
Benih cinta tetap tumbuh
Dalam musim gugur yang membunuh
Aku rindu padamu, arif teguh riyanto. ☺
Tidak ada komentar:
Posting Komentar