Rabu, 20 Januari 2016
sang penikmat rindu
Aku memang bukan sosok yang sempurna. Diriku hanya sebuah batu kecil di sungai. Mengalir mengikuti jalanya kehidupan yang keras ini. Aku terlahir dari keluarga yang kecukupan. Anak pertama dari pasangan noryati dan ahmad makmun. Aku telah melewati banyak cerita suka dan duka. Yang tak pernah aku lupakan adalah tentang dirinya. Yap! Arif teguh riyanto. Begitu nama yang kini telah asing di mataku. semua berubah sejak keadaan tak lagi sama. Aku mengeluhkan akan hal itu. Tapi? Harus apa diriku? Beginilah takdir yang kujalani. Berpisah dengannya hanya karena dia mendambakan bidadari lain di belakang ku.sakit? Mungkin kta itu bisa mewakili apa yang kurasakan. Mungkin sampai sekarang aku tak mengerti apa yang telah kuperbuat dengan ya sehingga dia begitu tega menancapkan duri itu dihati. Aku membencinya. Membenci sikapnya yang tak ubahnya seperti serigala berbulu domba. Dia benar-benar musuh dalam hidupku. Dia telah merusak segalanya. Merusak cinta suci yang kujaga dengan sangat hati-hati. Aku benar-benar membencinya. namun, ada satu hal yang tak bisa ku elakkan. Apakah kau tahu itu? Rasa yang kau tanam masih tumbuh subur meski musim gugur telah menerpa. Aku merindukanmu, sangaaaat merindukanmu. Tapi aku hanya bisa diam, dengan menikmati luka yang kau berikan. Kemana dirimu? Dirimu yang menjadi sandaranku. Tenanglah dalam kata-kata yang suci ini, aku masih menyebut namamu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar