Rabu, 13 Januari 2016

puisi



Relung matamu

Andai hidup ini seperti penderita miopi
Mengabaikan hal yang berada dijauh
Dan lebih menggenggam apa yang ada di dekat
Buruknya, kini kau terlihat semakin jauh
Bayanganmu sudah tidak tepat jatuh di retina

Namun aku tak kan menjadi seperti penderita hipermetropi
Yang melihat jelas apa yang berada jauh di mata ini
Karena aku sadar aku tak kan bisa menggapainya
Bayanganku di matamu sudah jatuh di bintik buta
Hidupku suram gelap seperti lapisan koroid tanpamu

Lihat relung mata indah itu
Terpancar cahaya cinta yang semakin suram oleh bayangan lain
Benar, aku tak mampu menjadi iris di matamu
Namun cinta ini tak kan seperti daya akomodasi yang terbatas

Lihat aku di matamu
Jadikan diri ini lensa di hidupmu
Yang selalu fokus pada retina
Seperti retina aku akan menangkap pancaran cintamu itu
Lalu meneruskanya pada hati yang terpenjara ini

Jika bayangan diri ini semakin buram menjauhimu
Jangan kau keluarkan cairan di humor berairmu
Percayalah, diri ini akan selalu menjadi bulu mata lentik itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar